Yesus Memilih dan Menggunakan Kegagalan

"Simon, putra John, apakah kamu mencintaiku?"

Peter berduka. Duduk di pantai setelah sarapan, Yesus baru saja memintanya untuk ketiga kalinya apakah dia mencintainya. Peter sudah menjawab dengan sepenuh hati ya dua kali. Apa lagi yang seharusnya dia katakan?

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, Tuhan meletakkan jarinya pada luka yang sangat lembut di hati Peter. Kegagalan Peter pada malam persidangan Yesus benar-benar mengerikan. Pada saat kesedihan Tuhannya yang terbesar, Peter telah menyangkal bahkan mengenalnya. Dosa ini mengguncang Peter sampai ke inti keberadaannya.

Yesus telah mengatakan kepadanya bahwa dia akan melakukannya.1 Tetapi di Ruang Atas, atas perjamuan Paskah, dengan teman-teman di sekitarnya, Petrus tidak percaya. Dia masih bisa mendengar dirinya menyatakan, "Aku akan menyerahkan hidupku untukmu."

Dia tidak tahu betapa lemahnya dia sebenarnya. Dia membayangkan dirinya berdiri dengan berani di hadapan Sanhedrin berdampingan dengan Yesus, apa pun yang terjadi. Tetapi malam itu, ketika Yesus melakukan hal itu, Petrus bahkan tidak bisa berdiri di hadapan seorang gadis pelayan. “Kamu juga bukan salah satu dari murid orang ini, kan?” Dia telah sepenuhnya menyerah: “Aku bukan.” 3

Saya tidak. Kata-kata itu membuat Peter terjaga di malam hari. Dia seharusnya menjadi batu. Malam itu dia hancur berkeping-keping. Dia bukan siapa yang dia pikir. Peter tidak pernah kurang percaya diri pada dirinya sendiri.

Jadi ketika Yesus mempertanyakan cinta Peter untuk ketiga kalinya pagi itu, Peter bersedih karena kehilangan kepercayaan Juruselamat. Dia telah gagal. Tapi dia memang mencintainya. Yang bisa ia lakukan hanyalah memohon kepada kemahatahuan Yesus:

“Tuhan, Anda tahu segalanya; Kamu tahu bahwa aku mencintaimu."

Dan Yesus melakukannya. Bahkan, belakangan Petrus menyadari apa yang telah Yesus lakukan dalam percakapan yang menyakitkan itu. Dia sama sekali tidak meragukan cinta Peter. Alih-alih, ia membiarkan Peter mengakui cintanya untuk setiap penyangkalan yang dilakukannya pada malam yang mengerikan itu. Rahmat yang mengagumkan.

Dan Tuhan punya kata untuk Peter. Di masa depan akan ada kesempatan lain untuk mengakui cintanya secara terbuka di hadapan biaya yang besar. Dan kemudian dia berkata, "Ikuti aku."


Malu karena kegagalan masa lalu dan dosa dapat menghantui dan menghambat kita dalam banyak hal. Dan Setan berusaha untuk mencuri dan menghancurkan iman kita dengan mendorong kegagalan kita di hadapan kita. Tetapi Yesus bermaksud untuk menebus kita sepenuhnya.

Ketika Yesus memilih Anda untuk menjadi muridnya, ia meramalkan kegagalan Anda di masa depan sama pastinya dengan ia meramalkan bahwa Petrus mengalami kegagalan. Kita mungkin tidak ingin percaya bahwa kita dapat menyangkal Yesus dengan melakukan dosa yang bertentangan dengan semua yang kita percayai. Tetapi Yesus tahu apa yang ada dalam diri kita.5 Jadi dia menasihati kita bersama dengan Petrus untuk “berjaga-jaga dan berdoa agar kamu tidak masuk ke dalam pencobaan. Roh memang mau, tetapi daging lemah. ”6

Dan ketika kita gagal, kita harus ingat apa yang Yesus katakan kepada Petrus sebelum kegagalannya, “Aku telah berdoa untukmu agar imanmu tidak gagal. Dan ketika kamu telah berbalik lagi, kuatkanlah saudara-saudaramu. ”7 Petrus akan berbuat dosa - menyedihkan. Tetapi Yesus telah berdoa untuknya. Doa Yesus lebih kuat dari dosa Petrus, dan juga lebih kuat dari dosa kita. “Dia mampu menyelamatkan paling banyak mereka yang mendekat kepada Allah melalui dia, karena dia selalu hidup untuk menjadi perantara bagi mereka.” 8

Dan Yesus adalah pemulih besar kegagalan yang bertobat. Yesus telah berkata kepada Petrus “ketika kamu telah berbalik lagi [bertobat], perkuat saudara-saudaramu.” Dan di pantai dia kembali memberikan kepada Petrus undangan terbesar yang dapat kita terima di bumi: “ikuti aku.” Kegagalan itu adalah tertinggal. Ada pekerjaan kerajaan untuk dilakukan, dan kehidupan kekal untuk dinikmati.

Kegagalan Peter tidak mendefinisikannya. Dan milik kita tidak akan mendefinisikan kita. Mereka adalah orang-orang yang tersandung dan tersandung di sepanjang jalan mengikuti Yesus, yang membayar mereka semua di kayu salib.

Dan Yesus berspesialisasi dalam mengubah kegagalan menjadi batu kekuatan bagi gerejanya.


  1. Yohanes 13:38 ↩

  2. Yohanes 13:38 ↩

  3. Yohanes 18:17 ↩

  4. Matius 16:18 ↩

  5. Yohanes 2:25 ↩

  6. Matius 26:41 ↩

  7. Lukas 22:32 ↩

  8. Ibrani 7:25 ↩

Direkomendasikan

Yesus di Antara Para Penjahat
2019
Tempatkan Diri Anda di Jalan Rahmat Tuhan
2019
Diusir dari Kemanusiaan
2019